Jumat, 02 Mei 2014

Skema Rangkaian Saklar Suara

Widodocpi,
Rangkaian Saklar Suara Rangkaian saklar suara. Rangkaian yang sensitif terhadap suara ini dapat bekerja dengan mikrofon dinamis  atau digunakan dengan electret condensator microphone (ECM). Jika menggunakan ECM, maka R1 (dengan garis putus-putus) harus dipasang. Untuk menyesuaikannya digunakan resistor 2.2k dan 10k ohms.

Dua buah transistor BC109C yang digunakan sebagai pre-amp mic yang penguatannya (gain) diatur menggunakan trimpot 10k. Output lebih lanjut diperkuat dengan menggunakan transistor BC182B. Untuk mencegah ketidakstabilan di preamp maka digunakan 100uF dipisahkan dengan kapasitor dan resistor 1k. Tegangan Audio pada kolektor dari BC182B diperhalus oleh dua dioda 1N4148 dan kapasitor4.7uF. 

Tegangan DC ini akan langsung mendorong transistor BC212B dan mengoperasikan relay dan LED.  Perlu dicatat bahwa rangkaian saklar suara ini tidak “mengunci” relay dan LED beroperasi sejenak di puncak respon audio. Gain dari rangkaian dan kepekaan dikontrol oleh variabel resistor 10k pada emitor yang pertama (sisi kiri) transistor. Sebuah pengaturan awal dapat digunakan jika gainnya tetap, potensiometer digunakan untuk memicu pada tingkat suara yang berbeda agar mendapatkan rata-rata suaranya.

Dioda di relay adalah dioda untuk mencegah tegangan balik yang bisa mencegah kerusakan pada transistor dan dapat digunakan  1N4003 atau 1N4004. Perlu dicatat juga bahwa rangkaian saklar suara ini menutup kontak relay kemudian membukanya kembali (sesaat tindakan) yang teraktivasi oleh tanggapan terhadap audio puncak. Hal ini dapat digunakan untuk mengkatifkan sirkuit lainnya. Bagi hobbyist dan praktisi elektronika bisa mengaplikasikan saklar ini untuk keperluan yang lain. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Skema Rangkaian Pengatur Lampu Pijar

Widodocpi,
Rangkaian Pengatur Lampu Pijar Rangkaian pengatur lampu pijar. Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi udara untuk berhubungan dengannya sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat teroksidasi.

Lampu pijar diproduksi dalam berbagai ukuran, output cahaya, dan tegangan, mulai dari 1,5 volt hingga sekitar 300 volt. Lampu pijar tidak memerlukan peralatan regulator eksternal dan memiliki biaya produksi rendah juga berfungsi dengan baik pada arus AC (listrik rumah) maupun DC. Akibatnya, lampu pijar banyak digunakan untuk pencahayaan dalam rumah dan untuk komersial, untuk penerangan yang dapat dipindahkan seperti lampu meja, lampu mobil, senter, dan untuk penerangan dekoratif dan iklan.

Beberapa penerapan lampu pijar memanfaatkan panas yang dihasilkan filamen, seperti inkubator, kotak untuk ungggas, lampu panas untuk tangki reptil, pemanasan inframerah untuk industri dan proses pengeringan. Dalam cuaca dingin, panas yang dihasilkan oleh lampu pijar merupakan keuntungan karena berkontribusi pada pemanasan bangunan, tapi pada iklim panas meningkatkan energi yang dibutuhkan oleh sistem pendingin udara. Terkadang pada saat kita ingin tidur, ingin sekali suasana kamar syahdu dengan sinaran lampu yang temaram, tidurpun akan tersa nyaman tentunya. Kalau lampu dimatikan, kamar akan gelap, pengap dan nyamukpun akan ikut tidur bersama kita.

Pada postingan kali ini saya akan memberikan suasana sinar lampu yang akan berbeda karena sinar lampu dapat kita terang dan redupkan sesuai dengan keinginan kita. Mudah-mudahan suasana hati Anda akan redup pula disaat sinar lampu Anda redupkan dan tidur Andapun akan terasa lebih nikmat. Silahkan perhatikan gambar rangkaian pengatur lampu pijar berikut ini! Lampu dapat dikecil dan dibesarkan dengan memutar VR pada rangkaian. Mudah-mudahan rangkaian pengatur lampu pijar bermanfaat bagi sidang pembaca yang budiman. Selamat mencoba dan semoga berhasil.


Skema Tv Transmitter

Widodocpi,
Tag : Pemancar Radio Transmitter Skema Rangkaian Pemancar TV

Sederhana This Transmitter Circuit TV uses standard 1 FM modulation for sound and PAL for video modulation. Audio signal will be modulated is pre-amplified using the transistor Q1 and associated components. The transistor Q2 has two jobs: production of carrier frequency and modulation.

The pre-amplified audio signal is fed to the base of transistor Q2 for modulation. Capacitor C5 and inductor L1 forms the tank circuit which is responsible for producing the carrier frequency. The video signal is fed to the emitter of transistor Q2 via POT R7 for modulation. The modulated composite signal (audio+video) is transmitted by the antenna A1.

Inductor L1 can be made by making 4 turns of 24SWG enameled copper wire on a 6mm dia: plastic former. T1 can be a radio frequency transformer with built in capacitor. (Can be found on old transistor radio boards).

Antenna A1 can be a 1M long copper wire. (Experiment with the length to get optimum performance). This transmitter is working in VHF band somewhat between 50 – 210MHz. This transmitter is compatible only with PAL B and PAL G systems.

List Componet: R1 = 10KOhm R2 = 47KOhm R3 = 15KOhm R4 = 8.2KOhm R5 = 47KOhmR6 = 47KOhm R7 = 1Kohm resistor variable R8 = 75Ohm C1 = 10uF/25Volt capacitor electrolik C2 = 0.001uf/10nF capacitor ceramic C3 = 100nF C4 = 10nf C5 = 47pF (variable capacitor) C6 = 10nF C7 = 10pF C8 = 27pF c9 = 100nF C10 = 470uF c11 = 10nF C12 = 220uF/25Volt Q1 = BC547 NPN transistor Q2 = BC547 NPN transistor T1 = T1 can be a radio frequency transformer with built in capacitor. (Can be found on old transistor radio boards). L1 = 4 turns of 24SWG enameled copper wire on a 6mm dia: plastic former.

Rabu, 23 Desember 2009

Jual Segala Macam Bibit Pertanian

Awiejayamedia,
Kami special menyediakan bibit antara lain:

-sengon laut/albasia,
kopi robusta,
cokelat,
jati,
jabon dll.